Showing posts with label Marketing. Show all posts
Showing posts with label Marketing. Show all posts

Sunday, July 22, 2012

3 Kemampuan Dasar Seorang Penjual

Menjadi seorang penjual adalah sebuah profesi luar biasa tapi banyak ditakuti orang. Apa yang sebenarnya ditakutkan? Pada dasarnya ketakutan terbesar yang seringkali muncul adalah takut malu. Karenanya, seringkali orang yang terjun ke dunia penjualan adalah mereka yang nekat atau yang secara tidak sengaja tercebur.
Karenanya ilmu dan skill yang dimiliki didapatkan secara otodidak. Maka tak heran ketika seorang penjual sukses diberikan kesempatan untuk sharing mengenai pengalamannya, sebagian besar hal yang mereka bagi adalah mengenai semangat dan kerja keras. Padahal sebetulnya Semangat dan kerja keras hanyal salah satu hal saja yang harus dimiliki oleh seorang penjual sukses.
Secara garis besar, ada 3 hal utama yang harus dimiliki oleh seorang penjual agar sukses di dunia penjualan

1.       Sales Skill
Seorang penjual sukses harus memiliki kemampuan menjual (selling skill) yang baik. Untuk memiliki selling skill yang baik kita harus memahami bahwa penjualan memerlukan sebuah proses mulai dari prospecting, fact finding, presenting solution hingga closing. Dalam setiap tahap penjualan pasti ada proses penolakan dari nasabah sehingga seorang sales mutlak untuk memiliki kemampuan handling objection yang baik. Kesalahan yang sering dilakukan seorang sales team adalah langsung menjual produk ketika pertama kali bertemu dengan prospek. Detail mengenai tahapan-tahapan penjualan akan dibahas pada tulisan-tulisan selanjutnya.

2.       Execution Skills & Job Knowledge
Pengetahuan mengenai ruang lingkup pekerjaan, bagaimana aturan dan prosesnya perlu dimiliki oleh seorang penjual. Mengapa? Karena pengetahuan pemahaman mendalam mengenai hal tersebut akan menunjang kemampuan eksekusi seorang sales. Sebagai contoh, seorang account officer bank harus paham mengenai aspek-aspek analisa kredit, alur dan proses, pengetahuan mengenai aspek legal yang akan menunjang kemampuannya dalam membuat proposal kredit, memberikan saran kepada nasabah mengenai dokumen yang diperlukan serta memberikan konsultasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan akad kredit. Jika ingin sukses, seorang penjual harus mumpuni dengan berbagai hal tersebut.

3.       Self Effectiveness Skill
Ini adalah kemampuan fundamental yang dimiliki oleh seorang sales force team. Kemampuan ini meliputi possitive mental attitude, time management, pipeline management termasuk di dalamnya salesmanship dan etos kerja yang tinggi. Skill ini mendasi fondasi dari kedua skill yang lain. Sepintar apapun seorang sales menggaet prospek dan melakukan analisa semua tidak ada artinya jika dia gampang menyerah. Tidak ada artinya dia mudah berprasangka negative terhadap prospek dan juga rekan satu team.
Pelatihan-pelatihan motivasi dan perubahan mindset mungkin bisa menjadi salah satu sarana untuk membetuk skill ini. Karenanya seorang sales force team tidak boleh ragu untuk berinvestasi mengikuti pelatihan ataupun seminar mengenai pengembangan diri. Cara yang paling mudah adalah menginvestasikan waktu untuk rajin membaca buku-buku yang dapat memberikan wawasan dan perubahan mindset.





Ketiga hal tersebut wajib dimiliki dan dibina pada diri setiap orang sales person. Siapa yang bertanggungjawab membentuk tiga hal tersebut? Tentu saja utamanya adalah diri sales force itu sendiri dan dibantu oleh sales leadernya.  Sales leader harus mampu menciptakan suasana dan membentuk atmosfer yang dapat mengembangkan ketiga hal tersebut.

8 Kesalahan Mendasar Yang Harus Dihindari oleh Seorang Penjual

Dalam melakukan penjualan, tanpa disadarinya.banyak penjual yang melakukan kesalahan-kesalahan mendasar, Padahal kalau sedikit berusaha untuk belajar, kesalahan-kesalahan tersebut tidak mungkin terjadi, sehingga target penjualan dapat tercapai.

Setidaknya ada 8 kesalahan mendasar yang sering dilakukan oleh penjual.

Yang pertama, penjual tidak menguasai product knowledge dengan baik. Sebagian besar penjual biasanya hanya menguasai Fitur dari produk yang dijualnya, namun sering kali yang terjadi penjual tidak menguasai Benefit maupun keunggulan dari produk yang dijualnya.. Banyak pertanyaan tentang produk oleh pelanggan, bahkan pertanyaan sederhana sekalipun, tidak dapat dijawabnya dengan gamblang. Sehingga pelanggan sering ragu dan tidak yakin dengan produk tersebut.

Kedua, penjual tidak siap menemui pelanggan. Persiapan yang dilakukan seperti: brosur, produk demo, testimoni, komputer, alat peraga, alat pendukung misal baterai untuk barang elektronik tidak disiapkan. Sehingga penjual kurang dapat meyakinkan pelanggan


Ketiga , Penjual tidak mengenali secara spesifik, apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh si pembeli. Kesalahan ke dua ini terkait dengan kesalahan pertama, yakni penjual hanya mampu menguasai fitur dari produk Apakah produk tersebut bermanfaat bagi si pembeli atau apakah produk itu memberikan solusi atas kebutuhannya? hal ini yang sering dilewati oleh kebanyakan penjual.
Pada dasarnya bukan fitur yang dibeli oleh si pembeli, namun pembeli membeli BENEFIT baginya.

Keempat , Penjual terlalu banyak bicara, kurang mendengarkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan. Bila hal demikian terjadi, pelanggan sering menjadi tidak hormat atau perhatian terhadap penjual dan bagi si penjual, dia tidak dapat menemukan apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh pembeli

Kelima, penjual tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh pelanggan baik tersurat ataupun tersirat. Kurang peka terhadap kebutuhan sebenarnya yang harusnya penjual penuhi. Misal keinginan untuk mendapat hadiah tambahan atau diskon khusus.

Keenam, penjual kurang peduli terhadap pelanggan. Ini adalah sesuatu yang penting. Sayangnya yang sering terjadi penjual hanya peduli dengan dirinya sendiri, misal hanya ingin target penjualan tercapaii. Setelah produk terjual, penjual tidak peduli lagi dengan pelanggan. Apakah dia puas atau bilamana produknya rusak tidak mau membantu.

Ketujuh , penjual tidak jujur dan tulus kepada pelanggan. Ini sesuatu yang serius, terlebih setelah menipu, penjual tidak merasa bersalah. Hasil seperti ini biasanya tidak panjang, karena kemudian pelangan tidak percaya lagi dengan penjual, meski penjual menjadi jujur sekalipun.

Yang terakhir, pelanggan sebenarnya tidak siap membeli produk penjual. Banyak sebab, diantaranya mungkin terlalu mahal, atau malah terlalu murah, mungkin produknya tidak cocok, mungkin ada pilihan lain yang lebih cocok untuk pembeli dan sebagainya.

8 kesalahan umum dan mendasar yang sering dilakukan oleh penjual seharusnya bisa dihindari, yang tentunya akan menghasilkan tingkat penjualannya..

Happy Selling


Life For Happiness

Perlakukan Pelanggan Anda Seperti Anda Ingin Diperlakukan

Resep diatas terdengar terlalu sederhana, tetapi sebenarnya sangat manjur. Resep lain yang mungkin selama ini selalu kita ingat adalah dekatilah pelanggan anda dengan penuh semangat, antusias, gembira dan hal hal pisitif lainnya.
Memang benar, anda bisa lakukan hal tersebut, tetapi anda juga dapat memakai suatu resep lain yang cukup simpel seperti judul artikel ini.

Tentunya,setiap harinya kitapun dalam posisi sebagai pembeli, apa yang akan anda rasa apabila anda diperlakukan tidak seperti yang anda harapkan??marah ? kesal ? atau bahkan malahan tidak jadi membeli ?

Namun sebaliknya,kalau anda merasa senang apabila anda menjumpai seorang sales yang begitu mengerti perasaan, kondisi anda dan kebutuhan anda,tentunya anda akan merasa senang, maka lakukanlah itu terhadap pelanggan anda sendiri.
Kalau anda senang apabila anda menerima seorang sales yang mampu menjelaskan dengan baik, jelas dan tidak memaksakan semua informasi, lakukan itu juga dengan pelanggan anda.
Kalau anda merasa senang ada seorang sales yang dapat membantu anda mencari solusi dan memilih produk dengan tepat, lakukanjuga hal tersebut terhadap pelanggan anda.

Jadi apabila ada sales lain ataupun sales kompetitor anda lebih baik, tidak usah berkecil hati dan mencari kambing hitam atas kegagalan anda. Belajarlah dari kelebihan mereka dan perbaikilah kelemahan kita.

Life For Happiness

Mengapa Terjadi Penolakan ?

Coba Anda bayangkan, ketika mendekati seseorang yang Anda taksir dan mengungkapkan maukah kamu jadi pacarku? Atau “Maukah kau menikah denganku?”. Apa yang akan terjadi jika Anda mengungkapkannya pada beberapa orang dan tidak ada seorang pun yang menolak? Apa kata dunia???

Atau coba juga anda bayangkan bila setiap kali menawarkan sebuah produk, sang prospek mendengarkan penjelasan anda dengan antusias dan dia berkata “OK, berapa harganya? dan ketika Anda menyebut suatu angka , sang prospek dengan entengnya menjawab “Okey, saya beli”,

Kalau itu yang selalu terjadi, wah , orang akan berduyun duyun untuk menjadi penjual karena pekerjaan sebagai penjual akan menjadi paling menyenangkan yang menjamin keuangan dan kesejahteraan tanpa halangan apapun


Jadi sebenarnya, jangan pernah menganggap penolakan sebagai suatu hal yang aneh, hal yang menakutkan., atau bahkan menganggap bahwa penolakan sama dengan kegagalan.

Apa Penyebabnya ?

Tidak percaya.

Dasar sebuah penerimaan adalah kepercayaan. Tanpa adanya kepercayaan, tak akan ada hubungan bisnis, apalagi penerimaan. Jadi, penolakan paling sering terjadi karena ketidakpercayaan terhadap ide yang kita sampaikan , barang, ataupun jasa yang ditawarkan atau bisa juga pada orang yang menawarkannya. Ketidakpercayaan ini bisa saja terjadi karena ketidaktahuan, informasi yang kurang, informasi yang salah, ataupun pengalaman buruk yang menciptakan citra buruk yang menghapuskan rasa percaya. Misalnya: Beberapa penjual dari berbagai perusahaan komputer menawarkan dagangan mereka kepada bapak Rudi yang sedang mencari komputer. Karena bapak Rudi pernah punya pengalaman buruk dengan perusahaan A ( after sales service yang buruk), maka tawaran dari perusahaan A ditolak. Perusahaan B yang menawarkannya juga ditolak karena pak Rudi merasa belum pernah kenal dengan perusahaan ini, sehingga ia tidak mau mengambil risiko berhubungan bisnis dengan perusahaan yang reputasinya belum ia kenal., atau bisa juga dia tidak percaya dengan penjelasan yang disampaikan si penjual


Tidak melihat manfaat atau nilai tambah.

Orang “membeli” barang, jasa maupun ide bila ia merasakan ada manfaat nya atau bisa memberi nilai tambah. Penolakan bisa terjadi bila prospek tidak melihat adanya manfaat ataupun tidak memberikan solusi atas kebutuhannya.
Misalnya: Rina dan Dian sebagai sales di bidang property menjual rumah dengan tipe, luas bangunan, dan lokasi yang sama persi kepada Bapak Togar
Rina secara detail menginformaikan kepada Bapak Togar spesifikasi teknis rumah yang dijualnya, seperti luas bangunan, jumlah kamar, listrik dan hal lainnya yang bersifat teknis.
Sementara Dian , berusaha menggali apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh bapak Togar, baru dia menginformasikan berbagai manfaat rumah yang dijualnya kepada Bapak Togar , misalnya: lingkungan yang aman, pepohonan yang rindang, fasilitas keamanan 24 jam, dan lokasi yang dekat dengan berbagai fasilitas umum (Rumah ibadah, sekolah, pasar dan rumah sakit). Sudah bisa ditebak, rumah yang dijual oleh Dian lah yang akhirnya dibeli oleh Pak Togar, karena Dian tidak sekedar menjual “rumah” tetapi ia menjual “rasa aman, nyaman, lokasi strategis dan perlindungan dari resiko kerugian.
”Jadi, jangan jual produk atau jasanya secara teknis, tetapi terlebih utama jualah manfaatnya, karena orang bukan membeli barang atau jasa, tetapi menikmati manfaat dan nilai tambah dari barang dan jasa tersebut.

Harga

Jika “harga” terlihat terlalu “mahal” atau berada di luar kemampuan bayar “pembeli”, maka cenderung barang, jasa atau ide yang ditawarkan akan ditolak.
Sebenarnya “Mahal” atau “Murah” itu sangat relatif terhadap manfaat yang bisa dinikmati. Jika kita bisa meyakinkan bahwa manfaat yang ditawarkan jauh melebihi harga yang harus dibayar maka kemungkinan besar apa yang kita tawarkan akan diterima. Misalnya: sebuah printer berwarna seharga Rp 2 juta yang tadinya terlihat mahal akan terlihat relatif jauh lebih murah ketika manfaat lainnya sebagai scanner, dan mesin fax yang portable juga ditunjukkan (Beli satu printer dapat tiga manfaat). Jadi, daripada harus membeli tiga unit (printer, fax, dan scanner) dengan harga yang jauh lebih mahal, lebih baik beli satu printer dengan tiga manfaat.
Harga tidak akan menjadi penghalang, bila produk / jasa kita , memiliki nilai tambah dibanding pesaing ,

Penolakan tidak bisa dihindari, namun kita bisa memperkecil kemungkinan terjadinya penolakan.

Jangan pernah takut dengan penolakan, karena setiap penolakan yang kita terima, berarti kesempatan bagi kita untuk belajar belajar dan belajar lagi menjadi yang lebih baik


Salam Sukses

Penjual yang Berhasil: Membantu Customer Menemukan Solusi yang Tepat

"Anda bisa mendapatkan segala yang Anda inginkan dalam kehidupan ini kalau saja Anda mau membantu cukup banyak orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Salah satu cara meraih kesuksesan adalah bagaimana mengutamakan orang lain lebih dulu, baru kemudian otomatis akan berimbas secara positif kepada diri sendiri " demikian Zig Ziglar, motivator dan penulis buku best seller membagikan pengalamannya.

Dunia sales seringkali diidentikkan dengan target. Demi mencapai target, berbagai upaya akan dilakukan untuk membujuk customer agar membeli produk yang mereka tawarkan. Sebenarnya hal tersebut tidak menjadi masalah asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan professional….tidak membuat si pembeli merasa 'tertipu' karena produk yang dibeli tidak sesuai dengan kebutuhan atau harapan mereka.

Seringkali kita menemui para penjual yang langsung 'menodong' kita untuk membeli produk-produk mereka dengan membeberkan berbagai keunggulan produk tersebut. Namun mereka tidak mau tahu apa sebenarnya yang menjadi kebutuhan calon pembeli dan apa yang menjadi prioritas dalam 'financial needs' mereka saat itu.

Penjual sebagai seorang 'consultant' atau 'advisor'

Kita perlu mengetahui bahwa para customer saat ini sudah semakin pintar. Berbagai informasi dan edukasi yang sangat mudah diperoleh di era globalisasi ini, membuat mereka sudah lebih terdidik dan lebih jeli dalam menentukan pilihan. Mungkin untuk produk-produk tertentu, dengan harga yang relatif 'murah' dan risiko yang relatif 'rendah', pembeli masih lebih mudah terpengaruh oleh rayuan para penjual. Namun tidak demikian halnya dengan produk-produk yang memiliki harga relatif 'mahal' dan risiko 'tinggi'. Mereka akan lebih teliti dan memiliki banyak sekali pertimbangan.

Bertolak dari satu kondisi bahwa seorang pembeli memerlukan seseorang yang dapat menolong, memberikan masukan, petunjuk dan solusi yang paling tepat bagi mereka, maka seorang penjual harus mampu bertindak juga sebagai seorang consultant atau advisor bagi para customer ataupun calon pembeli. Untuk itu seorang penjual harus punya mindset bahwa keberhasilan mereka tidak semata-mata diukur dari berapa banyak produk yang berhasil di jual namun seberapa mampu membangun suatu relationship yang kuat dengan customer.

Dalam meraih kesuksesan, menurut Zig Ziglar, ada pantangan yaitu sikap egois. Jika Anda bersikap egois dan hanya fokus untuk kepentingan diri sendiri maka sebenarnya Anda akan sulit mendapatkan kesuksesan.

bagaimana cara kita mendapatkan pelanggan yang loyal? Tentu saja kita harus memberi nilai tambah kepada pelanggan terlebih dahulu dan membantu pelanggan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari kita.
Setelah mereka dilayani dengan baik oleh cara kerja kita, maka secara otomatis mereka akan loyal kepada kita dan kita akan mendapatkan kesetiaan pelanggan tersebut.

Menerapkan Consultative Selling

Consultative berasal dari kata Consult yang memiliki definisi 'seek information or advice from.' Jadi, dalam penjualan yang bersifat consultative, penjual tidak hanya menjual produknya saja, tetapi juga menjadi advisor bagi pembeli. Dalam hal ini, penjual akan menjadi sahabat dari customer, berarti penjual tidak memaksakan kehendak supaya terjadi 'closing' tanpa melihat lebih dahulu bahwa produk yang ditawarkan benar-benar sesuai kebutuhan dan menguntungkan bagi si calon pembeli.

Seorang penjual harus benar-benar mengenal kebutuhan pembeli bahkan permasalahan yang dihadapinya. Sehingga, bukanlah hal yang umum yang ditawarkan melainkan hal khusus atau 'customize', dimana penjual benar-benar mengetahui keadaan pembeli dan berusaha memberikan solusi terbaik yang sesuai.

Penjual dalam consultative selling diposisikan sebagai seorang penasihat, pemberi inspirasi, penggali kebutuhan bahkan menciptakan kebutuhan bagi pelanggannya. Keuntungan dari pelaksanaan consultative selling adalah terciptanya hubungan jangka panjang yang jika dipelihara dengan baik akan menimbulkan 'trust' atau kepercayaan pelanggan terhadap penjual yang berujung pada loyalitas pelanggan

Pada consultative selling, penjual harus memulai dengan kebutuhan para customer-nya dan seperti melakukan business review di awalnya. Motivasi penjual dalam consultative selling lebih mengarah sebagai entrepreneur. Product knowledge dan customer need merupakan hal terinti dalam consultative selling. Kreativitas menjadi hal utama pula karena penjual perlu memiliki kemampuan berpikir divergen dalam menciptakan beragam alternatif. Penjual harus dapat mengaitkan dengan hal-hal lainnya menjadi suatu kombinasi sehingga menciptakan kebutuhan baru.


Salam Sukses

Potensi Menjul Ada Pada Diri Setiap Orang

Setiap orang dari sejak lahir, sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk menjual. Dimulai dari dia bayi, ketika pertama kali lahir di dunia ini, hal yang dilakukannya adalah menjual, yaitu ketika seorang bayi itu menangis, maka disitu dia sudah menjual, dalam artian dia ingin diperhatikan orang lain.

Banyak orang terkadang tidak menyadari , bahwa sebenarnya dia sudah menjual , mungkin bukan barang atau jasa yang dia jual., tetapi dengan dia berusaha menarik perhatian orang lain, disitu dia sudah menjual. Jadi sebenarnya tidak ada alasan, seseorang berkata bahwa dia tidak mempunyai kemampuan untuk menjual. Semua manusia diberikan potensi dan kemampuan untuk menjual..

Dan sekarang banyak sekali perusahaan yang membeli keterampilan Anda. Dengan dengan kata lain, bila anda tidak berhasil, anda tidak mendapatkan imbalan apapun !Seperti contoh : Agent Asuransi, MLM, dll.

Apabila kita menyadari benar-benar siapa kita dan potensi untuk menjual itu sudah ada pada kita, hendaknya itu jangan disia-siakan. sudah saatnya kita berinovasi untuk selalu melangkah

Sepanjang seseorang mau untuk maju, berani berkata “bisa” dan berani untuk mempraktekkan kemampuannya, seberapapun, tidak perlu harus sempurna, maka langkah demi langkah, orang itu pasti semakin maju , berkembang dan akhirnya dapat menjadi orang yang sukses menjual. Hati, pikiran dan mulut seorang Sales itu sangat berpengaruh terhadap kesuksesan penjualannya. Semakin positif apa yang diungkapkan seorang Sales, semakin dia akan melihat penjualannya akan meningkat.

Ketakutan untuk gagal adalah salah satu yang menghambat orang atau seorang sales untuk berhasil. Jadi buanglah jauh-jauh, untuk merasa takut, merasa gagal dan tidak berani untuk melangkah. Saat anda gagal dalam melakukan pejualan, maka disitulah waktu yang tepat bagi seorang sales untuk belajar..belajar dan belajar.
Seorang sales yang sukses adalah sales yang hati dan pikirannya dipenuhi suatu semangat, keberanian untuk melangkah dan tekad yang kuat yang akan menggiringnya kepada kesuksesan dalam menjual.

Dengan kita sudah menjual “diri” kita lebih dahulu dibandingkan dengan barang jasa yang kita jual, maka sesungguhnya kita sudah memenangkan penjualan kita beberapa persen.

Sooo..masih takut jadi penjual.....???


Happy Selling

Merubah Keluhan Pelanggan Menjadi Aset

Berhubungan dengan pelanggan yang marah, akan menyita banyak waktu dan energi. Ini juga menjadi penyebab utama stress dalam bekerja. Untuk dapat menangani kemarahan pelanggan, ada beberapa poin penting yang perlu kita perhatikan.

1. INI BUKAN MASALAH PERSONAL.

Pelanggan yang marah pada bukan karena masalah personal. Mereka marah pada anda, karena anda adalah bagian dari perusahaan yang mereka anggap tidak memberikan pelayanan yang semestinya. Penting untuk anda mengingat hal ini, untuk menjaga agar anda tidak terpancing emosi yang membuat suasana menjadi di luar kendali.
Ada baiknya anda mengamati gerak tubuh pelanggan anda. Seseorang yang marah, akan menampilkan gerak tubuh tertentu, seperti
gelisah,
wajah yang memerah,
genggaman yang terkepal,
terus menatap atau malah menghindar dari kontak mata, dan lain-lain.
Bila anda mengamati tanda-tanda seperti ini, anda dapat mempersiapkan diri saat dia menghampiri anda.

Sering situasi menjadi di luar kontrol, karena seseorang bereaksi terlalu cepat terhadap kemarahan sesorang. Ini disebabkan dia tidak menyangka kemarahan pelanggan itu akan terjadi, sehingga dia tidak sempat bersiap. Jika anda melihat seorang pelanggan dengan tanda-tanda kemarahan seperti disebut diatas, persiapkan mental anda dengan selalu mengingat bahwa anda BISA mengontrol situasi dan anda harus mengontrol diri anda. Bila anda ikutan marah, maka anda akan memperburuk situasi.

2. MENGERTI APA YANG SEBENARNYA DIINGINKAN PELANGGAN

Pelanggan yang marah ingin diselesaikan masalahnya. Ini hanya separuh benar. Memang mereka ingin masalahnya ditangani, tetapi mereka juga ingin DIMENGERTI dan DIDENGAR. Mereka ingin menyalurkan kemarahan atau kejengkelannya. Kesalahan yang umum dilakukan adalah langsung memperbaiki masalahnya, tanpa mendengarkan dan berusaha mengerti mengapa pelanggan menjadi marah. Lalu apa yang akan terjadi ? Pelanggan tersebut masih begitu marahnya sehingga tidak mendengarkan penjelasan anda, atau tidak siap untuk bekerjasama membereskan masalah.
Jadi kesalahan yang umum adalah terlalu cepat menangani masalah sebelum si pelanggan “siap”.
Ini menyebabkan anda harus menjelaskan atau bertanya pertanyaan yang sama berulangkali karena memang si pelanggan tidak siap mendengarkan anda.
Dengarkan dan tunjukkan simpati pada pelanggan anda, sebelum anda mulai menangani masalahnya.

3. JANGAN BERSIKAP BIROKRATIS

Dalam menghadapi kemarahan pelanggan, janganlah bersikap kaku/birokratis. Anda harus menunjukkan bahwa anda adalah seseorang yang sedang berusaha semaksimal mungkin menangani masalah mereka. Berbicaralah dengan nada bersahabat. Jangan berbicara secara monoton yang menunjukkan bahwa anda tidak tertarik. Panggillah pelanggan dengan nama, dan perkenalkan diri anda di saat yang tepat. Dengarkan ucapan pelanggan. Ulang kata-katanya, untuk menunjukkan bahwa anda mendengarkan. Akan tetapi jangan menyela ucapan pelanggan sebelum dia selesai. Jangan hanya memberikan jawaban “Ini sudah kebijaksanaan kami”. Anda harus menjelaskan juga mengapa atau apa tujuan kebijaksanaan itu diambil.

Menangani kemarahan dan keluhan pelanggan dengan baik dapat merubahnya menjadi asset bagi anda. Yang patut diingat, mayoritas pelanggan yang menyampaikan keluhan adalah pelanggan yang loyal yang peduli terhadap bisnis anda. Mereka yang mau mengambil waktu untuk menyampaikan keluhan adalah mereka yang mau mempergunakan waktunya untuk memberitahu anda bahwa ada sesuatu yang salah di produk, proses atau komunikasi anda. Pelanggan tersebut telah mengeluarkan usaha untuk mengontak anda dan memberitahu bagaimana produk, proses atau komunikasi anda tidak sesuai dengan harapan mereka. Ini adalah kesempatan bagi anda untuk menyampaikan penghargaan bagi mereka yang telah mengontak anda, dan untuk melakukan perbaikan internal. Jika anda mampu menyelesaikan masalah dari satu keluhan pelanggan, mungkin anda juga membantu banyak pelanggan yang lain, termasuk yang tidak mengontak anda. Pelanggan yang loyal mempercayai bahwa anda mengetahui apa yang salah untuk kemudian membenarkannya. Pelanggan yang loyal memberi anda kesempatan untuk memperbaiki masalah. Jika seorang pelanggan mengeluh, biasanya ada beberapa pelanggan lain yang mengalami masalah serupa. Jika pelanggan yang mengeluh ini marah, itu tandanya mereka kecewa. Bila ada pelanggan lain yang kecewa tetapi tidak mengontak anda, berarti mereka sudah tidak percaya lagi pada anda. Sudah hampir pasti anda akan kehilangan mereka. Tetapi anda masih dapat mempertahankan pelanggan anda yang cukup loyal untuk memberikan kesempatan bagi anda untuk merespons.

Yang perlu anda lakukan selanjutnya adalah memperbaiki pelanggan anda, lalu perbaiki masalahnya. Prioritas utama adalah mengerti akibat personal dari masalah itu terhadap pelanggan anda. Mungkin kefrustrasian pelanggan anda disebabkan oleh karena dia merasa ditipu, atau hal-hal lain yang merupakan efek samping dari masalah utamanya. Dengarkan baik-baik, untuk menentukan bagaimana cara paling tepat memenuhi kebutuhannya.

Setelah anda mengetahui sumber akar permasalahan dari keluhan pelanggan anda, anda dapat melakukan perbaikan-perbaikan agar hal tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari. Inilah kesempatan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan anda secara eksponensial! Jika anda tidak dapat menghilangkan problemnya, setidaknya anda dapat menggunakan pengalaman anda untuk menyiapkan solusi yang memadai bagi pelanggan lain yang mempunyai masalah yang sama.

Berapa banyak biaya yang anda keluarkan untuk advertising, marketing, dan usaha penjualan untuk menarik pelanggan baru ? Berapa banyak anda bersedia berinvestasi di pelanggan anda yang sudah mempunyai permasalahan karena anda, tetapi masih cukup mempercayai anda untuk mengurus mereka ?

Jagalah pelanggan loyal anda yang menyediakan waktu untuk menyampaikan keluhan. Gunakan pengalaman yang dihasilkan untuk memperbaiki kesalahan, dan merencanakan respons.

Seperti kata Bill Gates “ Pelanggan anda yang paling tidak puas adalah sumber terbaik anda untuk belajar”.


Salam sukses

8 Kiat Para Penjual Sukses

Sedih juga lihat hasil penjualan tahun ini menurun dan tidak mencapai target. Juara juaranya pun tidak sebanyak tahun lalu., begit ungkapan seorang sales manager perusahaan asuransi saat beberapa waktu lalu saya ngobrol dengan nya
Ungkapan ugkapan seperti tersebut diatas tentunya sering kita dengar baik dari para sales manager maupun oleh para sales itu sendiri
Lalu apakah sebenarnya kesalahan yang sering dilakukan oleh para penjual yang mebuat penjualan mereka tidak mencapai target atau bahkan menurun../
Beberapa kesalahan yang dilakukan oleh para sales di lapangan yang sebenarnya merupakan mendasar yang sering tidak dipatuhi pada saat menjual.adalah sebagai berikut

1. Mayoritas calon pembeli tidak suka didekati oleh penjual. Maka penjual tidak boleh terburu buru. Jangan sekali kali menemui calon pembeli dan langsung menawarkan produk atau memperkenalkan diri anda sebagai penjual atau memperkenalkan perusahaan anda. Kebanyakan penjual langsung menawarkan barang pada saat pertemuan pertama ,dipastikan dia akan gagal.Penjual harus dapat menemukan wantsdan needs dari calon pembeli. Dari situlah kita kemudian masuk memberikan solusi dari kebutuhan dan keinginannya. Teknik ‘Indepth Analysis’ sangat penting. Masuklah kedalam kehidupan calon pembeli, menjadi teman, sahabat yang memberikan bantuan disaat yang dibutuhkan. Masuklah pada saat calon pembeli sudah benar benar menyadari kebutuhan dan keinginannya. Dan salah satu cara ampuh untuk dapat masuk ke dalam dunia calon pembeli adalah ‘empati‘.

2. Calon Pembeli lebih suka bicara dengan orang yang sama dan serupa dengannya. Bila ia extrovert atau penggemar bola tentu saja akan lebih ‘lepas’ dengan orang yang extrovert atau penggemar bola juga. Seorang introvert atau penggemar video game akan lebih suka bicara dengan introvert atau penggemar video game juga. Orang Madura akan excited bisa ketemu orang yang bisa berbahasa Madura. Karena itu seorang penjual harus dapat ‘merubah dirinya’ menjadi serupa dengan calon pembelinya (Tentu saja bukan berarti Penjual harus jadi orang Batak untuk mendekati Calon Pembeli yang orang Batak). Cobalah belajar ‘Psychology of Selling’ atau Neuro Language Program (NLP) atau sejenisnya yang mengajarkan teknik teknik mempelajari karakter si calon pembeli dan teknik teknik ‘adaptasi/ menyesuaikan diri’.

3. Perusahaan tidak membutuhkan penjual yang bermental pegawai, tetapi Penjual yang memiliki jiwa Enterpreneurship. Beberapa penjual mengeluh pada saya tentang fix income yang kekecilan atau komisi yang kekecilan. Dia mungkin lupa bahwa perusahaan tidak membutuhkan seorang bermental pegawai yang mengharapkan penghasilan tetap.Penjual penjual yang saya temui berhasil adalah penjual yang memiliki jiwa enterpreneurship yang bagus. Mereka melakukan segementasi, analisa pasar yang prospektif, melakukan seleksi dan menentukan target yang tepat, lalu melakukan pendekatan pendekatan terlebih dahulu dengan melakukan langkah 1 & 2 diatas. Mereka berani mengorbankan waktu dan biaya terlebih dahulu dengan penuh perhitungan bahwa diakhir mereka akan mendapatkan berlipat lipat dari apa yang telah mereka korbankan. Dan berhasil. Sementara yang merengek rengek minta uang jalan dan ongkos menjual mayoritas gagal.

4. Customer tetap membutuhkan si Penjual setelah transaksi terjadi. Walaupun perusahaan telah memberikan nomor Customer Care namun customer tetap membutuhkan si Penjual. Ini salah satu sifat orang Indonesia yang masih melekat. Jadi jangan tinggalkan customer anda setelah transaksi. Berilah mereka terus perhatian. Tanyakan apakah ada komplain dengan barang atau jasa yang telah dibeli serta berikan bantuan pada mereka .
Ini kiat nya . Jangan tinggalkan klient anda setelah transaksi terjadi.
5. Customer tidak suka dibohongi. Oleh karenanya Penjual harus mengerti betul dengan produk atau jasa yang mau dijual. Jangan memberikan informasi yang salah gara gara kurang pengetahuan atau malah membohongi. Apapun alasan penjual biarpun, bila ada yang tidak sesuai dengan ‘janji’, nasabah akan merasa dibohongi dan akan menjadi kiamat bagi si Penjual dan perusahaan. Hukum ‘Word Of Mouth’ akan berlaku. Komplain customer akan lebih kencang 10 kali tersebar dari pada kepuasan customer tersebut. Jadi, jangan memberi ‘janji’ bila tidak dapat menepati.

6. Ilmu mudah didapat. Begitu banyak teknik teknik menjual yang tersebar di jagat raya. Baik itu di buku, koran, TV, seminar, internet. Antara lain ‘Creative Selling’, consultative Selling, ‘Hypno Selling’, ‘Super Selling’, ‘Psichology of Selling’, ‘Exceptional Selling’, ‘Emotional Selling’, ‘Spiritual Selling’, dan berbagai metode penjualan lainnya. Karena itu jangan malas belajar. banyak banyaklah belajar untuk berhasil.

7. Percaya pada potensi diri. Seorang sales tidak perlu mencari modal kesuksesan di orang lain karena kita sudah punya semua. Tinggal menyingkirkan hal hal yang tidak perlu, seperti rasa pesimis dan rendah diri.

8. Jangan Ragukan Kekuatan Doa.doa yang disertai dengan kekuatan keyakinan mendorong langkah kita dalam mencapai impian impian kita

Happy Selling

Menangani Keluhan Pelanggan

Kesalahan sekali dua kali yang diakibatkan oleh produk dan pelayanan Anda tentu suatu hal yang wajar. Hanya saja, kesalahan ini berpotensi mengakibatkan pelanggan kecewa, marah, dan tidak mau berbisnis lagi dengan Anda ke depannya. Bagaimana mengubah pelanggan yang marah menjadi pelanggan yang puas?
Untuk dapat menangani kemarahan pelanggan, ada beberapa poin penting yang perlu kita perhatikan.

Langkah 1: Hadapi Pelanggan Langsung

Ketika seorang pelanggan menemukan masalah terkait dengan produk atau jasa yang digunakannya maka ia menginginkan supaya masalah tersebut diselesaikan secepatnya. Saat itu juga. Ketika masalah muncul, tentunya emosi pelanggan naik, bahkan mungkin mereka sangat marah. Oleh karena itu, ketika pelanggan melaporkan masalah atau komplain, tangani secepatnya. Jangan lama apalagi menunda atau meminta rekan anda untuk menemuinya dan memecahkan masalah yang terjadi saat itu.

Semakin lama tindakan Anda untuk menunda penyelesaian masalah, maka pelanggan akan semakin marah dan kecewa. Reputasi Anda di depan matanya pun akan semakin hancur. Semakin sulit pula usaha Anda untuk memperbaiki hubungan.

Langkah 2: DENGARKAN
Saat pelanggan emosi nya masih tinggi, masih kesal, kecewa , yang mereka butuhkan hanyalah DIDENGARKAN..!! dan Yang harus anda lakukan hanyalah MENDENGARKAN
Pelanggan yang marah ingin diselesaikan masalahnya. Ini hanya separuh benar. Memang mereka ingin masalahnya ditangani, tetapi mereka juga ingin DIMENGERTI dan DIDENGAR. Mereka ingin menyalurkan kemarahan atau kejengkelannya.
Biarkan pelanggan memberitahu kepada Anda mengenai masalah apa yang terjadi pada mereka. Dengarkan pelanggan, meskipun mereka bercerita panjang lebar, biarkan mereka meluapkan kekesalan dan kemarahan mereka. Ini penting supaya pelanggan merasa bahwa keluhan mereka didengarkan, dan Anda serius dalam mengatasi masalah mereka. Berikan empati Anda dengan tulus kepada mereka.

Dengan mendengarkan dengan baik, maka Anda akan dapat memahami akar permasalahan, sehingga bisa mendefinisikan masalah, untuk kemudian mengambil tindakan koreksi yang perlu, atau mendiskusikan dengan atasan Anda dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Langkah 3: Mengakui Kesalahan , MINTA MAAF dan Berusaha Memperbaiki

Setelah mendengarkan informasi dari pelanggan, yang penting Anda lakukan adalah meminta maaf atas kesalahan atau kelalaian Anda, yang menyebabkan ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Meskipun bukan Anda yang bersalah langsung, mintakanlah maaf kepada pelanggan tersebut, ambil inisiatif untuk tanggung jawab. Dengan demikian, maka setidaknya Anda sedikit meredakan emosi mereka. Jika Anda berusaha untuk melawan pelanggan tersebut dengan argument, atau menyalahkan orang lain, maka ini hanya akan mengakibatkan pelanggan kecewa dan semakin marah.


Langkah 4: Recovery Secara Signifikan

Untuk menjadikan seorang pelanggan yang kecewa dan marah menjadi pelanggan yang puas, Anda harus melaksanakan recovery secara signifikan. Permasalahan tidak akan selesai hanya dengan minta maaf. Jika Anda hanya minta maaf saja, pelanggan besok tidak akan kembali ke tempat Anda. Anda harus menyelesaikan apa yang menjadi akar permasalahan, dan meyakinkan pelanggan bahwa kesalahan tidak akan terulang lagi.

Ketika terjadi suatu kesalahan atau kekecewaan pada pelanggan, maka pelanggan merasa bahwa Anda berutang pada mereka. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menerapkan kebijakan recovery yang signifikan,berikan reward,
Biasanya konsumen Indonesia tidak rasional dan sangat emosional serta tidak enakan. Meskipun Anda rugi lakukan saja toh hanya berkorban untuk satu atau dua orang saja. Efeknya akan sangat luaar biasa
misalnya makan gratis saat itu juga, voucher jumlah besar, merchandise gratis, atau apa saja, yang penting harus di luar ekspektasi pelanggan. Anda harus menampilkan kesan bahwa perusahaan Anda benar-benar merasa bersalah atas apa yang terjadi, dan ingin memperbaiki hubungan dengan mereka.

Masalah yang disebabkan oleh kesalahan dalam produk maupun pelayanan sewajarnya tentu tidak akan banyak, sehingga pelanggan yang marah atau kecewa tentunya tidak banyak. Anda mungkin ragu untuk melakukan recovery secara signifikan, dan melihatnya sebagai cost. Padahal, ini merupakan suatu investasi, yang dapat membantu untuk mempertahankan pelanggan supaya tetap mau berbisnis dengan Anda. Recovery tentunya tidak seberapa jika dibandingkan dengan customer lifetime value.

Jika terlalu banyak pelanggan yang marah atau kecewa, artinya memang ada kesalahan vital dengan produk/pelayanan Anda, misalnya karena frontline yang kurang terlatih, atau produk yang kualitasnya kurang baik. Segera follow up masalah ini kepada pihak yang terkait.

Sehingga dapat melakukan, recovery yang memuaskan, dan terlebih lagi dengan cepat, mengubah pelanggan yang awalnya kecewa dan marah menjadi puas.
Berapa banyak biaya yang anda keluarkan untuk biaya ikla, pemasaran dan usaha penjualan untuk menarik pelanggan baru ? Berapa banyak anda bersedia berinvestasi pada pelanggan anda yang sudah mempunyai permasalahan karena anda, tetapi masih cukup mempercayai anda untuk mengurus mereka ?

Jagalah pelanggan loyal anda yang menyediakan waktu untuk menyampaikan keluhan. Gunakan pengalaman yang dihasilkan untuk memperbaiki kesalahan, dan merencanakan respons.

Seperti kata Bill Gates “ Pelanggan anda yang paling tidak puas adalah sumber terbaik anda untuk belajar”.

Monday, June 18, 2012

5 Dasar Sukses Penjualan – Sales Skills


Tahukah anda bahwa ada 5 kunci mendasar bagi performance seorang Sales untuk bisa maksimal. Perkembangan yang lebih baik lagi akan didapat melalui pemahaman kapan dan bagaimana ke 5 Rahasia ini digunakan
Mengatur hubungan yang baik antara Pembeli dan Penjual Bagi mereka yang bekerja di Bagian Penjualan/Sales Person yang mengembangkan pemahaman yang jelas akan bagaimana proses dari sebuah keputusan dibuat oleh para pembeli dan menggabungkan ini dengan proses penjualannya akan menunjukkan perbedaan yang sangat jauh dibanding mereka yang tidak memahami hubungan ini
Perencanaan untuk Sales Call ( Kunjungan bisnis ke Customer/Calon Pembeli)                             Kesalahan yang sering dilakukan bagi seorang Sales Person adalah kegagalan mereka didalam merencanakan kunjungan bisnis/Sales Call dengan baik . Perubahan yang signifikan terjadi saat mereka mengimplementasikan formula yang sederhana bagi persiapan Sales Call merekaIngat : Kalau anda gagal mempersiapkan, berarti anda harus siap untuk gagal
Kemampuan dalam Bertanya dengan Tepat /Sales Questioning Skills: Banyak pertanyaan yang tidak efektif dilakukan pada saat proses penjualan . Apabila kemampuan ini sudah diasah , tingkat keberhasilan akan lebih baik
Kemampuan dalam hal Presentasi Sales Presentation Skills: Walau banyak Bagian Penjualan memiliki kehandalan didalam melakukan presentasi , umumnya terdapat kekurang efektifan didalam presentasi mereka karena kegagalan didalam mengkomunikasikan solusi yang tepat bagi kebutuhan atau keinginan Sang Pembeli
Mendapatkan Komitment Pembeli Banyak dari Sales Person tidak berhasil didalam target mereka untuk mendapatkan komitment . Hasil yang sangat baik didapat dari perbaikan didalam kemampuan untuk mendapatkan komitment
Apabila kelima dasar diatas dikuasai dengan baik , maka proses penjualan /Selling proces bisa dicapai dengan maksimal untuk setiap target yang diharapkan !

Jenjang Pengembangan Karir – Bagian Penjualan/Sales



Ada banyak versi bahasan untuk menjabarkan jenjang karir di Bagian Penjualan – Sales Department . Namun sebagian besar bisa dirangkumdalam suatu bagan sederhana yang mewakili apa yang secara umum berlaku di hampir semua hotel baik hotel lokal , atau di jaringan hotel international – International Hotel Chain
Tujuan yang perlu digaris bawahi dalam tulisan ini adalah pemahaman secara sederhana bagaimana meniti jenjang karir apabila kita memutuskan untuk terjun sebagai Staff Bagian Penjualan – Sales Person
Tahap pertama pada umumnya di katagorikan sebagai Junior Sales
: dimana pada level ini dibutuhkan penguasaan keahlian bidang administrasi ; penguasaan komputer beserta software nya baik program program berdasar pada Microsoft Office ( antara lain Word/Excel/Power Point /Publisher ) , dan juga program bagi data base ( Access/Delphi ) dan email ( Lotus Note/Outlook/Google Mail/Yahoo Mail ), pemahaman mengenai Internet/Website
Dalam keseharian bisa dijabarkan bahwa tugas tugas utama sebagai seorang Junior Sales atau dibeberapa hotel menyebut posisi ini sebagai Sales Coordinator /Sales Admin antara lain: Penyiapan Proposal Kontrak dengan Travel Agent, Korporasi/Corporate, Perusahaan/Company , penyimpanan data, input untuk database , membuat jadwal kerja, jadwal pertemuan dengan customer, penguasaan pengetahuan mengenai produk dan fasilitas
Pengetahuan lain yang sangat menunjang jenjang karir ini adalah apabila telah memiliki atau pernah bekerja untuk bagian Kantor Depan/Front Office atau Bagian Reservasi Hotel/Reservation. Meski ini bukan keharusan, namun peluang untuk terjun di bidang penjualan Hotel sangat ditunjang oleh kedua bagian tersebut
Pengetahuan lanjutan yang diperlukan adalah yang paling mendasar yaitu Kemampuan untuk menjual – Selling Skill yang akan dibahas dalam artikel yang lain termasuk juga mengenai macam pelaporan/reports yang diperlukan sebagai dasar pembuat keputusan, korespondensi dasar  dan menengah
Tahap selanjutnya yang masih bisa di katagorikan dalam level yang sama sebagai Junior Sales adalah Sales Executive dimana tugas yang dilakukan selain semua dasar sebagai seorang Sales Coordinator/Sales Admin, seorang Sales Executive mendapat tanggung jawab untuk mengatur Pelanggan/Account – manage Account dan memiliki target penjualan yang diatur oleh atasannya langsung mengikuti rencana bisnis tahunan hotel – Annual Hotel Business Plan
Tahap berikut nya adalah Senior Sales – Sales Manager/Senior Sales Manager
Tugas sebagai seorang Senior Sales selain meliputi tahap tahap diatas, juga meliputi penanganan account yang lebih banyak dan kompleks baik yang dibagi berdasarkan jenis Industry ( umumnya digunakan untuk Business Hotel, City Hotell ) sebagai contoh : Perbankan, Asuransi, Manufaktur, Otomotiv
Maupun yang di bagi berdasarkan asal wisatawan : Erope, Russia dan CIS, Timur Tengah, Australia , USA
Seorang Senior Sales memiliki tanggung jawab penuh terhadap Account yang di tangani langsung , yang umumnya aktivitas tersebut dinamakan Acquisition /Akusisi, Development /Pengembangan, Retention/Retensi
Memiliki jaringan kerjasama dengan para travel agent , korporasi, Industry , dalam menjalankan kegiatan sehari hari untuk menunjang tercapainya target penjualan yang menjadi tanggung jawab masing masing Sales Manager/Senior Sales Manager
Memiliki sense terhadap market inteligen, pemahaman mengenai kompetitor , dan penguasaan terhadap selling point/unique selling point, strukturisasi harga , pemahaman mengenai karakter masing masing market/segment , kemampuan lanjutan dalam presentasi, dalam penjualan – advance selling skills, kemampuan lanjutan dalam bahasa , korespondensi lanjutan-advance correspondences skill baik verbal maupun tertulis
Kegiatan untuk mengikuti promosi baik itu berupa Roadshow, Table Top, Exhibition, didalam maupun diluar negeri ( lihat artikel terkait mengenai event event diatas )
Dengan ini seorang Sales Senior sudah harus memiliki pemahaman untuk proses persiapan dalam mengikuti event event tersebut
Di tahap berikutnya , apa yang disebut sebagai Sales Management
Dibeberapa hotel dengan skala kecil, posisi ini sering disebut sebagai Sales & Marketing Manager, namun umumnya pada posisi ini disebut sebagai Direktur Bagian Penjualan/Director of Sales atau Director of Sales & Marketing dimana bagian pemasaran pun berada dibawah kepemimpinanannya
Selain penguasaan dari semua tugas di jenjang sebelumnya, pada posisi ini tugas utama adalah mengatur Sales Team -managing sales team untuk memenuhi budget yang dituangkan dalam business plan
Menyiapkan Bisnis Plan – Business Plan tahunan bagi hotel yang mencakup semua target penjualan, Occupancy , Average rate, market Segment , Expenses , Marketing Expenses, Promotional Plan dan lain lain
Kemampuan manajerial menjadi dasar penting pada posisi ini karena team yang berjumlah lebih besar , kompleksitas pekerjaan dan juga apa yang disebut sebagai Kepemimpinan Penjualan Strategis-Strategic Sales Leadership


5 Kunci Sukses Menjadi Seorang Marketing


Kegiatan marketing tidak hanya terpaku pada proses bagaimana menjual produk saja, tetapi lebih kepada bagaimana sebuah produk yang kita jual dapat dikenal dan melekat kuat pada benak konsumen kita. Bahkan bisa dikatakan kegiatan marketing atau pemasaran merupakan jantung dari rangkaian aktifitas bisnis. Hal ini dikarenakan strategi pemasaran yang tepat, akan menghasilkan angka penjualan yang cepat, dengan loyalitas konsumen yang kuat. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa penghasilan yang didapat tentunya akan semakin besar dan akan terus meningkat. 
Bagi Anda yang sedang menjalankan strategi pemasaran, berikut ini kami informasikan 5 kunci sukses menjadi seorang marketing yang dapat Anda terapkan :
Kenali perilaku konsumen Anda
Sebelum menawarkan produk atau jasa ke konsumen, terlebih dahulu tentukan target pasar yang akan Anda bidik. Bisa jadi Anda membidik komunitas anak muda, khusus wanita, ataupun masyarakat umum yang berasal dari kalangan menengah atas atau kalangan menengah ke bawah. Pastikan bahwa Anda memasarkan produk atau jasa kepada target pasar yang tepat. Karena itu kenali perilaku konsumen yang Anda bidik, untuk mengetahui minat dan kebutuhan mereka.
Tingkatkan product knowledge Anda 
Salah satu senjata yang harus dikuasai seorang marketing adalah product knowledge (informasi produk). Dengan mengetahui segala informasi tentang produk atau jasa yang ditawarkan, maka secara tidak langsung dapat membantu Anda untuk meyakinkan para calon konsumen. Sampaikan informasi tentang kelebihan produk, kegunaannya, kualitasnya, serta harga produk kepada calon konsumen Anda, agar mereka semakin yakin untuk memilih produk atau jasa yang Anda tawarkan.
Selalu optimis dan pantang menyerah
Kegiatan marketing memiliki tantangan dan hambatan yang cukup besar, sehingga tidak semua orang bisa bertahan dengan profesi tersebut. Di kejar-kejar dengan target perusahaan, atau mengalami penolakan dari calon konsumen merupakan salah satu tantangan kecil yang harus diterima para marketing. Karena itu usahakan untuk selalu optimis dalam melayani konsumen, dan pantang menyerah dalam setiap keadaan. Antusiasme dan semangat yang Anda tunjukan kepada calon pelanggan menjadi kunci utama kesuksesan Anda sebagai seorang marketing.
Perluas jaringan bisnis Anda
Memperluas jaringan bisnis sama halnya dengan menciptakan peluang pasar. Semakin luas jaringan yang Anda miliki, maka semakin besar pula peluang yang Anda ciptakan untuk mendapatkan calon konsumen baru. Jadi, jangan pernah ragu untuk membuka jaringan baru dan perluas pengetahuan Anda untuk mendapatkan pelanggan baru.
Perhatikan respon pelanggan
Terkadang setiap pelanggan memberikan respon yang berbeda terhadap produk atau jasa yang kita tawarkan. Bila pelanggan puas dengan produk atau jasa Anda, maka cantumkan respon tersebut sebagai bukti nyata untuk memperkuat keunggulan produk yang ditawarkan. Namun bila respon konsumen kurang memuaskan, jadikan sebagai bahan evaluasi bagi Anda untuk mencapai hasil yang lebih baik kedepannya.
Buatlah strategi pemasaran produk yang menarik
Terakhir, buatlah kegiatan promosi yang dapat menarik minat pelanggan. Misalnya saja dengan memberikan potongan harga, menawarkan bonus tertentu untuk pembelian diatas rata-rata, menambahkan undian berhadiah pada event-event khusus, atau mengadakan beberapa kegiatan promosi yang melibatkan konsumen sebagai pesertanya (seperti menjadi sponsor utama kegiatan sepeda gembira, jalan sehat bersama, serta acara lainnya yang bertujuan membangun loyalitas konsumen).
Setelah memahami beberapa kunci sukses dalam pemasaran produk atau jasa, selanjutnya cobalah untuk mempraktekannya langsung dalam menjalankan bisnis Anda. Mulailah dari yang mudah, mulailah dari yang kecil, dan mulailah dari sekarang !!! Salam sukses.

Tips Sukses Menjadi Seorang Marketing


Menjadi seorang marketing memang tidak mudah, diperlukan sebuah proses pembelajaran dan pengalaman. Seorang marketing tidak hanya terpaku pada proses bagaimana menjual produk saja, tetapi lebih kepada bagaimana sebuah produk yang kita jual dapat dikenal dan melekat kuat pada benak konsumen. Bahkan bisa dikatakan kegiatan marketing atau pemasaran merupakan jantung dari rangkaian aktifitas bisnis.
Strategi pemasaran yang tepat, akan menghasilkan angka penjualan yang cepat, dengan loyalitas konsumen yang kuat. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa penghasilan yang didapat tentunya akan semakin besar dan akan terus meningkat.
Bagi Anda yang sedang menjalankan strategi pemasaran, berikut ini kami informasikan  tips sukses menjadi sorang marketing yang dilansir dari bisnis ukm, yang dapat Anda terapkan :
1. Menentukan target pasar
Sebelum menawarkan produk atau jasa ke konsumen, terlebih dahulu tentukan target pasar yang akan Anda bidik. Bisa jadi Anda membidik komunitas anak muda, khusus wanita, ataupun masyarakat umum yang berasal dari kalangan menengah atas atau kalangan menengah ke bawah. Pastikan bahwa Anda memasarkan produk atau jasa kepada target pasar yang tepat. Karena itu kenali perilaku konsumen yang Anda bidik, untuk mengetahui minat dan kebutuhan mereka.
2. Perluas jaringan bisnis Anda
Memperluas jaringan bisnis sama halnya dengan menciptakan peluang pasar. Semakin luas jaringan yang Anda miliki, maka semakin besar pula peluang yang Anda ciptakan untuk mendapatkan calon konsumen baru. Jadi, jangan pernah ragu untuk membuka jaringan baru dan perluas pengetahuan Anda untuk mendapatkan pelanggan baru.
3. Selalu optimis dan pantang menyerah
Kegiatan marketing memiliki tantangan dan hambatan yang cukup besar, sehingga tidak semua orang bisa bertahan dengan profesi tersebut. Di kejar-kejar dengan target perusahaan, atau mengalami penolakan dari calon konsumen merupakan salah satu tantangan kecil yang harus diterima para marketing. Karena itu usahakan untuk selalu optimis dalam melayani konsumen, dan pantang menyerah dalam setiap keadaan. Antusiasme dan semangat yang Anda tunjukan kepada calon pelanggan menjadi kunci utama kesuksesan Anda sebagai seorang marketing.
4. Buatlah strategi pemasaran produk yang menarik
Terakhir, buatlah kegiatan promosi yang dapat menarik minat pelanggan. Misalnya saja dengan memberikan potongan harga, menawarkan bonus tertentu untuk pembelian diatas rata-rata, menambahkan undian berhadiah pada event-event khusus, atau mengadakan beberapa kegiatan promosi yang melibatkan konsumen sebagai pesertanya (seperti menjadi sponsor utama kegiatan sepeda gembira, jalan sehat bersama, serta acara lainnya yang bertujuan membangun loyalitas konsumen).
5. Tingkatkan product knowledge Anda 
Salah satu senjata yang harus dikuasai seorang marketing adalah product knowledge (informasi produk). Dengan mengetahui segala informasi tentang produk atau jasa yang ditawarkan, maka secara tidak langsung dapat membantu Anda untuk meyakinkan para calon konsumen. Sampaikan informasi tentang kelebihan produk, kegunaannya, kualitasnya, serta harga produk kepada calon konsumen Anda, agar mereka semakin yakin untuk memilih produk atau jasa yang Anda tawarkan.
6. Perhatikan respon pelanggan
Terkadang setiap pelanggan memberikan respon yang berbeda terhadap produk atau jasa yang kita tawarkan. Bila pelanggan puas dengan produk atau jasa Anda, maka cantumkan respon tersebut sebagai bukti nyata untuk memperkuat keunggulan produk yang ditawarkan. Namun bila respon konsumen kurang memuaskan, jadikan sebagai bahan evaluasi bagi Anda untuk mencapai hasil yang lebih baik kedepannya. 

Tips Menjadi Seorang Marketing Yang Handal

Marketing, mungkin ketika Anda membaca ataupun mendengar kata ini langsung terbayang dipikiran bahwa Marketing itu adalah salesman dan ,saleswoman, yang sering Anda lihat dimana pun yang menawarkan produk barang maupun pun jasa dari berbagai macam perusahaan. Marketing adalah ujung tombak yang menjadikan suatu perusahaan akan meraih kesuksesan atau kemunduran. Marketing mempunyai tugas utama, yaitu menjual produk atau jasa dari suatu perusahaan yang mempunyai target pasar sesuai dengan yang telah ditentukan oleh perusahaan tersebut.

Banyak yang mengatakan bahwa apabila Anda pernah kerja sebagai Marketing disuatu perusahaan, maka Anda akan memiliki lebih besar jiwa semangat juang dalam menghadapi kerasnya kehidupan didunia ini. Marketing saat ini sesungguhnya sudah mulai gencar didunia online, oleh karena itu disebut sebagai Marketing Online. Akan tetapi, prinsip dasarnya pun sama yaitu menjual produk atau jasa dari suatu perusahaan dengan target yang telah ditentukan. Berikut beberapa tips untuk menjadi seorang Marketing handal:

Kenali market Anda. Pada segmen apa Anda ingin memasarkan produk atau jasa tersebut, dan siapa saja yang menjadi sasaran jual Anda. Pastikan Anda menjual produk atau jasa pada orang yang tepat.

Have a good appearance. Anda tidak pernah tahu dimana dan kapan Anda akan bertemu dengan calon client Anda. Kesan pertama akan terlihat dari penampilan Anda. Berikanlah kesan baik dan meyakinkan ketika target melihat Anda, karena dengan penampilan Anda yang nampak rapih dan meyakinkan maka target Anda akan menilai bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik.

Perluaslah koneksi atau kenalan Anda. Kembangkan sayap Anda, jangan hanya terbatas lingkup kecil saja. Perluas wawasan Anda untuk memasuki dunia yang belum pernah Anda tahu. Semakin banyak koneksi dan wawasan yang Anda miliki maka semakin besar kesempatan Anda untuk mendapatkan client baru.

Kuasai produk atau jasa yang ditawarkan (product knowledge). Bagaimana mungkin Anda menawarkan produk atau jasa yang ditawarkan kepada calon client tapi Anda belum menguasai secara penuh mengenai keunggulan, kekurangan, harga, kualitas, target konsumen atau client, dan hal lainnya.

Keluar dari comfort zone. Jangan pernah merasa bahwa yang Anda raih saat ini sudah cukup memuaskan. Anda bekerja dengan target, jika Anda bisa untuk mendapatkan yang lebih maka tidak ada alasan bagi Anda untuk berhenti. Beranikan diri Anda untuk melangkah keluar dari zona nyaman untuk mendapatkan tantangan baru, misalnya mendapatkan client dari kalangan yang pernah Anda masuki sebelumnya. Hal ini akan menuntut Anda untuk memiliki kemampuan kecepatan beradaptasi.

Ciptakan antusiasme dalam diri Anda. Menciptakan antusiasme dibutuhkan usaha dan kerja keras, intensionalitas, dan tindakan. Antusiasme adalah tindakan atau aksi bukan hanya sebuah cita-cita. Maka berusahalah untuk mewujudkan apa yang sudah Anda cita-citakan.

Catat testimonial. Client Anda merasa puas dengan produk atau jasa yang Anda jual, catat testimoni dari mereka. Sebuah testimoni sangat berarti sebagai bukti keunggulan produk Anda. Mereka mungkin akan mengatakan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh Anda.

Bergulat dengan kenyataan. Dunia Marketing adalah dunia yang penuh dengan persaingan dalam hal apa pun, oleh karena itu Anda harus memiliki mental yang sangat kuat. Penawaran yang Anda ajukan tidak selalu dapat diterima oleh client. Penolakan merupakan hal yang sudah wajar dalam dunia Marketing, maka dibutuhkan kesabaran dan ketahanan mental yang ekstra. Tetap konsisten dalam Pekerjaan dan pantang menyerah adalah kunci kesuksesan Anda.

 
Design by Kuswandi13 | Alamat Ciamis | Email : engkus.kuswandi13@gmail.com